(كوني لؤلؤة نفيسة ولو بين الرمال ~**~ ~**~ كوني زهرة جميلة ولو بين الأعشاب ~**~ (يسري كومبيه ~**~
"Jadilah Sebutir Mutiara Yang Berharga Meski Di Antara Tumpukan Pasir... Jadilah Setangkai Bunga Yang Indah Meski Di Antara Tumbuhnya Rerumputan..." (Yusri Kombih)

Selasa, 08 Oktober 2013

Filled Under:
,

Bergantung Pada Sang Pemberi Rezeki



Yakinlah
bahwa rezeki datangnya dari Allah
sebagai Dzat Yang Maha Pemberi Rezeki
dan Maha Kuat lagi Kokoh.

Sementara manusia
adalah makhluk yang tidak mempunyai kekuasaan
untuk memberikan manfaat dan mudharat,
meski pada dirinya sendiri.

Manusia juga tidak mempunyai kemampuanuntk mendatangkan rezeki.
Padahal beban yang paling sering membuat seseorang menderita di dunia
adalah faktor ekonomi dalam mencari rezeki,
kesehatan,
dan ketakutan terhadap kekejaman orang lain.
~**~

Penjamin rezeki seorang hamba
adalah Dzat Yang Maha Pemeberi Rezeki.
Anehnya,
kebanyakan manusia mencari dan meminta rezeki kepada selain-Nya.
Ketahuilah,
manusia hanyalah lantaran,
sementara hati seorang muslim seharusnya terpaut kepada Pencipta lantaran itu
baik dalam urusan rezeki didapat maupun yang luput darinya.
~**~

Allah berfirman:
وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ [١١:٦]
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi
melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya,
dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya.
Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
(QS. Huud [11]: 6)

Wahai orang yang butuh makan,
wahai makhluk yang membutuhkan rezeki,
pautkanlah hatimu kepada sang Pencipta
dan tinggalkanlah bergantung pada makhluk.
Karena sesungguhnya rezeki ada di langit,
bukan di swalayan,
di kantor,
atau di pasar.

Allah berfirman:
وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ [٥١:٢٢]
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezekimu
dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
(QS. Adz-Dzariat [51]: 22)

Tanamkanlah keyakinan dalam jiwa
bahwa rezeki Anda datang dari Rabb sekalian alam.
Rezeki Anda tidak akan dimakan orang lain.
Anda pun tidak akan mati sampai rezeki Anda sempurna diterima.
Bisa jadi Anda sudah banting tulang mengejar rezeki,
padahal rezeki itu tidak akan menghampiri kecuali sesuai dengan apa yang telah digariskan untuk Anda.
Lalu kenapa mesti bersedih terhadap sesuatu yang pasti terjadi.


Rasulullah bersabda dari Abi Darda’ ra. :
“Sesungguhnya rezeki itu mengejar seorang hamba
lebih gigih daripada (upaya) yang dilakukan untuk mencarinya.”

(HR. Thabrani dalam kitab Al-Kabiir dan Ibnu ‘Adi dalam kitab Al-Kamiil. Lihat di shahihul Jami’, I/ 336, no. 1630)


Dari Jabir ra. dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda:
“Andaikata seorang manusia berupaya menghindari rezeki
seperti dia berusaha menghindari mati,
niscaya rezeki itu tetap akan menjumpainya
seperti halnya kematian pula.”

(HR. Abu Nu’aim dan Ibnu ‘Asakir. Lihat Silsilatush Shalihah, II.672, no. 952)


Rezeki yang selalu dicari
Laksana bayangan yang terus mengiringi
Engkau tak bisa menghindar darinya
Sebab kemana langkah terayun dia mengikuti
(Syair Muhammad bin Idris)


Sebagian ulama mengatakan,
“Jangan  habiskan waktumu
untuk mengumpulkan harta
hingga melalaikan amal kwajibanmu
dan melupakan perkara akhirat.
Dan jangan perlu engkau terbelenggu oleh dunia
kecuali sekedar apa yang telah digariskan bagimu.”


Rasulullah saw. bersabda dari Abu Hurairah ra.:
“Sesungguhnya Allah berfirman kepada hamba-Nya,
‘Sibukkanlah dirimu dengan beribadah kepada-Ku,
Aku akan memenuhi hatimu dengan kekayaan
dan Aku buang darimu kefakiran.
Jika engkau tidak menjalankannya,
maka Aku penuhi dirimu dengan kesibukan (tiada henti)
dan tidak Aku hilangkan kefakiran (darimu).’”

(Shahih Sunan Tirmidzi, III/ 300 no. 2006)

__________
Widaan lil Ahzaan,
Abu Hamzah Abdullatif bin Hijaz al-Ghamidi


0 komentar:

Posting Komentar

Visitor

free counters

Copyright @ 2013 صاحب القرآن.